pendaki yang meninggal

Mahasiswi Meninggal di Gunung Gede


Gede PangrangoPadahal sering sekali dihimbau, bahwa untuk melakukan pendakian gunung Gede Pangrango, kondisi fisik harus dalam keadaan sehat dan fit. Tapi hal ini sering dianggap sepele bagi sebagian pendaki. Kejadian demi kejadian sering sekali terjadi karena menghiraukan himbauan ini. Nyawa pun menjadi taruhan.

Berita tewasnya pendaki gunung Gede Pangrango kali ini menimpa mahasiswi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), saat melakukan aksi kampanye bersih Gunung Gede bersama rekan-rekannya.

Diduga kedinginan, seorang pendaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kabupaten Cianjur tewas saat tengah berada dilokasi pendakian. Korban tewas adalah Qurratuaini (18) warga Jalan Renggas RT 03 /RW 02 Rawa Barat Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Korban saat ini tengah bersama 34 orang rombongan pendaki lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban berangkat melakukan pendakian di TNGGP berangkat lewat Pos Gunung Putri hari Sabtu (30/5/2015) pukul 07.00 WIB. Setibanya di puncak atau tepatnya didaerah alun-alun Suryakancana Barat yang masuk wilayah Kecamatan Cugenang gadis itu dikabarkan tewas.

Kepala Seksi PTN 1 Wilayah Cianjur TNGGP Ardi Andono mengatakan, korban tewas diduga kedinginan. Sebab saat itu kondisi suhu di puncak sempat dibawah 5 derajat celcius. Hal itu membuat para pendaki harus bisa melawan dinginnya cuaca. Korban diduga tidak kuat hingga menyebabkan tewas.

“Kami mendapatkan informasi adanya pendaki yang tewas pada Senin sore. Kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi, ternyata saat sampai di puncak didaerah alun-alun Suryakanana Barat ada beberapa pendaki yang sakit, hingga ditemukan korban tewas,” kata Ardi, Selasa (2/6/2015).

Dikatakan Ardi, ada sejumlah pendaki yang dalam kondisi sakit. Kemungkinan dampak dari suhu yang kurang bersahabat. “Suhunya sangat dingin, kemungkinan korban terjangkit hyportemia yang mengakibatkan kejang perut. Bahkan, saat akan digendong turun gunung dia kesakitan, hingga akhirnya dalam perjalanan dia tewas,” ujarnya.

Menurutnya, korban sendiri diketahui menyembunyikan penyakitnya dari rekan-rekannya. Korban sebenarnya fisiknya sudah dalam kondisi lemah. “Ini sebagai pelajaran bersama. Kami menghimbau kepada para pendaki bisa mematuhi prosedur, jangan nekad. Jika memiliki riwayat penyakit sebaiknya urungkan niat untuk mendaki karena resikonya besar,” tegasnya.

source : Pikiran Rakyat – Detik.com

One thought on “Mahasiswi Meninggal di Gunung Gede”

Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s